Disusun Untuk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester Bapak Bani Haris,
S.Pd., M.Pd
Disusun Oleh :
Nama :
Nica Renawati
NPM :
13220036
No. Abs : 36
Prodi / Fak :
Pendidikan Ekonomi / FPIPS
INSTITUT KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA
SEMARANG
Jl. Sidodadi Timur No. 24 – Dr Cipto
Semarang, Telp (024) 8316377 Fax. (024) 8448217
Tahun Pelajaran 2013/2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
Tujuan akhir pembangunan nasional
adalah “mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Karena ini
merupakan sila terakhir pancasila, maka kita selalu menekankan bahwa setiap
upaya pembangunan harus selalu merupakan upaya pengamalan pancasila.
Mengamalkan pancasila sebagai ideology bangsa berarti bahwa setiap sila harus
dapat kita amalkan yaitu: sila pertama dan kedua sebagai landasan moralnya,
sila ketiga dan sila keempat sebagai cara atau metode kerjanya, dan sila kelima
sebagai tujuan akhir dari pengamalannya.
Tidak diragukan bahwa pembangunan
nasional kita dewasa ini memang masih belum sampai pada tujuan akhir yaitu
keadilan sosial, karena kemakmuran (nominal) masyarakat yang meskipun rata-rata
sudah meningkat 10-15 kali dalam periode hamper 30 tahun, belum dinikmati oleh
semua orang secara benar-benar merata. Bahkan ada ketimpangan ekonomi dan
kesenjangan sosial yang besar antara mereka yang kaya, yang sudah mampu
menikmati kemakmuran dan kesejahteraan yang tinggi, dengan mereka yang masih
pada tahap rata-rata atau bahkan dibawah rata-rata. Dan di bawah tingkat
pendapatan rata-rata ini masih cukup banyak warga bangsa kita yang hidup di
bawah garis kemiskinan.
Demokrasi
ekonomi bukanlah sekedar cara mengatur sistem perekonomian tetapi sekaligus
pada tercapainya hasil akhir pelaksanaan sistem ekonomi (yang berdasar atas
asas) kekeluargaan. Artinya, pelaksanaan sistem ekonomi kekeluargaan yang
bermoral pancasila harus menghasilkan kemakmuran masyarakat seluruhnya secara
merata. Inilah yang dimaksud dengan kesejahteraan sosial. Masyarakat sejahtera
adalah masyarakat yang makmur dan sekaligus pembagiannya merata (adil dan
makmur).
Penilaian
atas keberhasilan pembangunan nasional kita dapat dilakukan dengan mengadakan
penilaian atas keberhasilan pelaksanaan Trilogo Pembangunan yaitu pemerataan,
pertumbuhan dan stabilitas ekonomi nasional. Namun pada kenyataannya
masalah-masalah seperti kemiskinan dan pengangguran atau kesempatan kerja belum
dapat di atasi dengan baik oleh pemerintah.
Dalam
undang-undang telah disebutkan bahwa sistem perekonomian berdasar atas asas
kekeluargaan, yang berarti bahwa sumber daya alam yang
merupakan“pokok-pokok
kemakmuran rakyat” dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Banyak program-program yang sudah dilakukan pemerintah namun masalah-masalah terutama masalah ekonomi belum juga dapat teratasi dengan baik.
kemakmuran rakyat” dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. Banyak program-program yang sudah dilakukan pemerintah namun masalah-masalah terutama masalah ekonomi belum juga dapat teratasi dengan baik.
Melihat
masalah-masalah diatas penulis tertarik untuk membuat tugas akhir dengan judul
“mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia”.
Pemerintah
harus lebih tanggap dalam mengatasi masalah ekonomi yang selama ini melilit
bangsa Indonesia. Masalah-masalah seperti ini haruslah di atasi secara langsung
dengan bersosialisasi dengan rakyat secara langsung. Tidak hanya bergantung
pada orang-orang yang telah dipercaya untuk mengatasi masalah ekonomi Negara,
namun juga harus dilakukan peninjauan secara langsung mengenai proyek atau program
yang akan dilaksanakan.
Di Indonesia banyak sekali jumlah
pengangguran bahkan sarjana sekalipun juga banyak yang menganggur. Indonesia
memiliki sumber daya alam yang melimpah seharusnya dapat dimanfaaatkan dengan
tepat guna, bukan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi maupun golongan.
Pembangunan
dan pengembangan sumber daya manusia memerlukan komitmen yang sangat tinggi dan
jangka waktu yang panjang. Proses pengembangan itu merupakan proses
pemberdayaan yang sangat sulit, harus dilakukan secara bertahap dan diikuti
oleh semua yang terlibat, terutama para peserta yang dibangun, tanpa bisa
diwakilkan. Karena kualitas keluarga indonesiayang relative rendah, maka
pemberdayaan SDM itu dilakukan dengan pertama-tama, atau minimal sekaligus,
memberdayakan keluarga sebagai lembaga yang pertama dan utama dari setiap insan
anggotanya. Dalam proses pengembangan anggota keluarganya, maka keluarga akan
memegang peranan yang sangat menentukan.
B. RUMUSAN
MASALAH
Seperti yang telah diuraikan pada latar
belakang di atas dapat diambil rumusan
masalah sebagai berikut ;
1. Apa definisi
kemiskinan dan pengangguran?
2. Bagaimana
keadaan kemiskinan dan pengangguran di Indonesia?
3. Apa yang
menjadi masalah kemiskinan dan pengangguran di Indonesia?
4. Program
apakah yang harus dilakukan pemerintah untuk mengentaskan masalah kemiskinan
dan pengangguran di Indonesia?
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A. Definisi
Kemiskinan dan Pengangguran
Kemiskinan
adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan seperti
makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan. Kemiskinan dapat
disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses
terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.
Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara
yang lain melihatnya dari segi moral dan evaluative, dan yang lainnya lagi
memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
Sedangkan pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Sedangkan pengangguran adalah seseorang yang tergolong angkatan kerja yang tidak bekerja baik dalam arti mendapatkan upah atau bekerja mandiri, kemudian mencari pekerjaan dalam arti mempunyai kegiatan aktif dan ingin mendapat pekerjaan tetapi belum dapat memperolehnya. Masalah pengangguran yang menyebabkan tingkat pendapatan nasional dan tingkat kemakmuran masyarakat tidak mencapai potensi maksimal yaitu masalah pokok makro ekonomi yang paling utama.
Kemiskinan
memang menjadi problem serius yang membelit bangsa-bangsa di dunia, termasuk
Indonesia. Ketimpangan ekonomi, tingkat pendidikan yang rendah, serta
penguasaan aset-aset ekonomi oleh kalangan tertentu, adalah sebagian penyebab
kemiskinan. Pertanyaan sekarang, apa yang bisa dilakukan pemerintah maupun
perusahaan untuk mengurangi angka kemiskinan? Mampukah program tanggung jawab
sosial pemerintah maupun perusahaan menjadi salah satu solusi penting dalam upaya
mengurangi angka kemiskinan?
Mengurangi
kemiskinan dan pengangguran adalah tugas semua pemangku kepentingan
(stakeholder), yaitu pemerintah termasuk pemda, perusahaan, masyarakat, akademisi,
dan lain-lain sebagainya. Program ini akan berjalan efektif jika semua pihak
duduk bersama tanpa ada kecurigaan. Yang selama ini terjadi, kurang adanya
koordinasi diantara lembaga-lembaga tersebut. Setiap departemen pemerintah,
mempunyai program pengentasan kemiskinan dan pengangguran. Namun tidak ada
koordinasi yang jelas. Akibatnya mereka seakan berjalan sendiri-sendiri. Kalau
ada yang mengkoordinir, seperti perusahaan holding misalnya, maka hasilnya akan
lebih efektif.
Untuk
mengurangi kemiskinan dan pengangguran, yang perlu dilakukan adalah
memberdayakan masyarakat. Ini akan lebih efektif dibandingkan hanya memberikan
bantuan yang sifatnya sesaat. Yang dibutuhkan adalah pemberian akses kepada
masyarakat tersebut. Ini kurang dilakukan pemerintah, pemerintah perlu diberi
akses kepada masyarakat dibanding ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya.
Mereka harus dibantu untuk bisa mencari makan sendiri. Jadi jangan hanya diberi
makan. Intinya adalah buatlah program-program pemberdayaan yang berkesinambungan.
Pembangunan
di bidang ekonomi yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor
pertanian, perikanan, perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya
ditujukan selain untuk mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga
dimaksudkan untuk mengatasi pengangguran dan kemiskinan. Seharusnya tidak semua
masalah kemiskinan menjadi tanggung jawab pemerintah. Rasanya tidak fair kalau
seluruhnya dibebankan hanya kepada pemerintah. Masyarakat, terutama golongan
yang mampu juga secara sukarela diharapkan dapat berkontribusi mengatasi
masalah kemiskinan yang terjadi di negeri ini.
Progam mengatasi kemiskinan yang paling murah adalah si kaya membantu si miskin atau si pandai membantu yang bodoh. Idealisme dan pengorbanan yang diperlukan untuk mengatasi kemiskinan di negeri ini bukan sesuatu yang berada di menara gading dan bukan pula yang diada-adakan. Idealisme dan pengorbanan tersebut sesungguhnya adalah sebuah realita yang sudah terjadi di masyarakat.
Progam mengatasi kemiskinan yang paling murah adalah si kaya membantu si miskin atau si pandai membantu yang bodoh. Idealisme dan pengorbanan yang diperlukan untuk mengatasi kemiskinan di negeri ini bukan sesuatu yang berada di menara gading dan bukan pula yang diada-adakan. Idealisme dan pengorbanan tersebut sesungguhnya adalah sebuah realita yang sudah terjadi di masyarakat.
B. Penyebab
Masalah Pengangguran Dan Kemiskinan
Pengangguran
adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali sedang mencari kerja,
bekerja kurang dari 2 hari dalam seminggu atau seseorang yang sedang berusaha
mendapatkan pekerjaan. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan
kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan pekerjaan yang mampu menyerapnya.
Pengangguran sering kali menjadi masalah dalam perekonomian karena dengan
adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan berkurang
sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah lainnya.
Dinegara-negara
berkembang seperti Indonesia dikenal istilah pengangguran terselubung, dimana
pekerjaan yang semestinya bisa dilakukan dengan tenaga sedikit dilakukan oleh
lebih banyak orang. Masalah ketenagakerjaan di Indonesia sekarang ini sudah
mencapai kondisi yang cukup memprihatinkan ditandai dengan jumlah penganggur
dan setengah penganggur yang besar pendapatanrelatif rendah dan kurang merata.
Sebaliknya pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan
potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama
kemiskinan, menghambat pembangunan dalam jangka panjang.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan anggota keluarganya.
Pengangguran di Indonesia terjadi disebabkan antara lain yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga karena efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja disebabkan antara lain; perusahaan menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor.
Pembangunan bangsa Indonesia kedepan sangat tergantung pada kualitas sumber daya manusia Indonesia yang sehat fisik dan mental serta mempunyai ketrampilan dan keahlian kerja, sehingga mampu membangun keluarga yang bersangkutan untuk mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang tetap dan layak sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup, kesehatan, pendidikan anggota keluarganya.
Pengangguran di Indonesia terjadi disebabkan antara lain yaitu karena jumlah lapangan kerja yang tersedia lebih kecil dari pencari kerja. Juga kompetensi pencari kerja tidak sesuai dengan pasar kerja. Selain itu juga karena efektifnya informasi pasar kerja bagi para pencari kerja. Fenomena pengangguran juga berkaitan erat dengan terjadinya pemutusan hubungan kerja disebabkan antara lain; perusahaan menutup atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang kondusif, peraturan yang menghambat investasi, hambatan dalam proses ekspor impor.
Padahal
perang melawan kemiskinan sudah ditabuh sejak lama di negri ini. Di Orde Baru
misalnya, pemerintah menggalangberbagai sarana dan cara untuk mengatasi
kemiskinan.
Pembangunan
fisik digenjot diberbagai bidang, pertumbuhan ekonomi menjadi fokus perhatian,
investasi asing digalakkan, berbagai jenis skema kredit investasi kecil dan
kredit modal kerja digelar, bahkan hutang luar negri pun ditempuh sebagai
altrnatif untuk menopang idea of progress bernama pembangunan.
Akan tetapi
karena keberpihakan ideologis pemerintah tidak jelas, pembangunan ala Orde Baru
itu tidak bisa sepenuhnya bisa dirasakan rakyat lapis bawah. Masalahnya
sekarang apakah para elite, politisi, dan birokrat kita mempunyai keberpihakan
ideologis untuk melawan kemiskinan? Adakah komitmen tegas dari para penentu
kebijakan Negara untuk memberantas KKN secara radikal? Jika Negara tidak
sanggup menyatakan perang terhadap kemiskinan, gagal dalm memerangi korupsi,
dan tetap malas melaksanakan agenda reformasi sebagai perintah konstitusi maka
kemiskinan bangsa mungkin akan menjadi simbol abadi negeri ini.
C. Program
Pemerintah Dalam Mengatasi Kemiskinan Dan Pengangguran
Krisis ekonomi saat ini telah
menggugah pemerintah dan berbagai lembaga pembangunan internasional seperti
Bank Dunia dan lain-lain untuk berperan aktif mengentaskan kemiskinan dan
pengagguran rakyat melalui berbagai program baru seperti padat karya. Jaring
pengaman sosial/JPS (Social Safety Net), proyek penanggulangan kemiskinan
diperkotaan (Urban Poverty Crisis Alleviation), program untuk anak jalanan, dan
masih banyak bantuan-bantuan dari pemerintah kepada rakyat, seperti BLT
(bantuan langsung tunai) , BOS (bantuan operasional sekolah) yang dilakukan
untuk mengatasi masalah pendidikan di Indonesia, karena anak-anak Indonesia
diwajibkan mengenyam pendidikan minimal 9 tahun yang biasanya dikenal sebagai
wajib belajar 9 tahun.
Koperasi
banyak di dirikan oleh pemerintah di daerah-daerah dengan tujuan agar rakyat
mampu membuat usaha mikro ataupun makro dilingkungan tempat tinggalnya. Selain
itu program yang lain yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan memberikan
JAMPERSAL (jaminan persalinan) diberbagai puskesmas dengan tujuan untuk
memudahkan proses persalinan pada warga yang kurang mampu. Pemerintah juga
memberlakukan program KB dengan tujuan untuk mengurangi tingkat kepadatan
penduduk di Indonesia. Dan masih banyak lainnya program yang diberikan
pemerintah untuk mengatasi permasalahan ekonomi terutama mengenai masalah
kemiskinan dan pengangguran yang merupakan masalah yang sulit untuk diberantas.
Kebijakan
Pemerintah Dalam Menanggulangi Kemiskinan Di Indonesia
Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
Berikut Ini Adalah Daftar Program-Program Pemerintah Dalam Menanggulangu kemiskinan Di Indonesia:
– Menaikan anggaran untuk
program-program yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan
penanggulangan kemiskinan dan pengangguran dilaksanakan dengan pendekatan
pemberdayaan berbasis komunitas dan kegiatan padat karya.
- Mendorong APBD provinsi, kabupaten
dan kota pada tahun-tahun selanjutnya untuk meningkatkan anggaran bagi
penanggulangan kemiskinan dan perluasan kesempatan kerja.
– Tetap mempertahankan program lama
seperti:
a) BOS (Bantuan
Operasional Sekolah)
b) RASKIN
(Beras Miskin)
c) BLT (Bantuan
Langsung Tunai)
d) Asuransi
Miskin, dsb
- Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan
stabilitas harga khususnya harga beras (antara lain: menjaga harga beras
dipasaran tidak lebih dari Rp.5000,- per Kg)
- Memberikan kewenangan yang lebih
luas kepada masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan
- Sinergi masyarakat dengan
pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan
- Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
- Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
- Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
- Mendayagunakan potensi dan sumberdaya lokal sesuai karakteristik wilayah
- Menerapkan pendekatan budaya lokal dalam proses pembangunan
- Prioritas kelompok masyarakat paling miskin dan rentan pada desa-desa dan kampung-kampung paling miskin
- Open Menu: kelompok masyarakat
dapat menentukan sendiri kegiatan pembangunan yang dipilih tetapi tidak
tercantum dalam negative list
- Kompetitif: desa-desa dalam
Kecamatan haus berkompetisi untuk memperbaiki kualitas kegiatan dan cost
effectiveness
- PPK, P2KP, PPIP SPADA dan
diperkuat program-program kementrian/lembaga
- Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
- Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
- Program Keluarga Harapan (PKH), berupa bantuan khusus untuk pendidikan dan kesehatan
- Program pemerintah lain yang bertujuan meningkatkan akses masyarakat miskin kepada sumber permodalan usaha mikro dan kecil, listrik pedesaan, sertifikasi tanah, kredit mikro, dll.
- Program Pengembangan Bahan Bakar
Nabati (EBN). Program ini dimaksudkan untuk mendorong kemandirian penyediaan
energi terbaukan dengan menumbuhkan “Desa Mandiri Energi”.
- Penegakan hukum dan HAM,
pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi.
- Percepatan pembangunan infrastruktur
- Percepatan pembangunan infrastruktur
-Pembangunan daerah perbatasan dan
wilayah terisolir
-Revitalisai pertanian, perikanan,
kehutanan, dan perdesaan
- Peningkatan kemampuan pertahanan,
pemantapan keamanan dan ketertiban, serta penyelesaian konflik
- Peningkatan aksesbilitas dan
kualitas pendidikan dan kesehatan
- Program Nasional Pemberdayaan
Masyarakat Mandiri (PNPM-Mandiri)
Inilah Enam Program Pemerintah untuk
Rakyat Miskin.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
yang dapat dipetik dari masalah diatas adalah sebagai berikut ;
1. Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan.
1. Banyak program yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah perekonomian yakni mengenai masalah kemiskinan dan pengangguran namun pada kenyataannya hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan.
2. Banyak pengangguran yang ada di
Indonesia karena kurangnya lapangan pekerjaan yang ada dan ketidaksesuaian
antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan yang tersedia yang menyebabkan
bertambahnya kemiskinan di Indonesia.
3. Pembangunan di bidang ekonomi
yang dijalankan oleh pemerintah pada dewasa ini di sektor pertanian, perikanan,
perkebunan, industri dan pertambangan, hakekatnya ditujukan selain untuk
mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, juga dimaksudkan untuk mengatasi
pengangguran dan kemiskinan.
4. Dampak pengangguran terhadap
perekonomian suatu Negara tujuan akhir pembangunan ekonomi suatu Negara pada
dasarnya adalah meningkatkan kemakmuran masyarakatdan pertumbuhan ekonomi agar
stabil dan dalam keadaan naik terus. Jika tingkat pengangguran disuatu Negara
relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan
ekonomi yang telah dicita-citakan.
DAFTAR
PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/07/21/0018.html
http://www.scribd.com/doc/15891512/Makalah-Masalah-Kemiskinan-Ekonomi
http://id.wikipedia.org/wiki/Pengangguran
http://www.hamline.edu/apakabar/basisdata/2001/07/21/0018.html
http://www.scribd.com/doc/15891512/Makalah-Masalah-Kemiskinan-Ekonomi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar